How Much Money Should You Have ?!

“Lebih mudah seekor unta melewati lubang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah.”

Selama bertahun-tahun banyak orang beragama percaya bahwa kekayaan adalah akar dari segala kejahatan, lebih dari itu banyak orang percaya bahwa jika kita ingin masuk surga kita “dilarang” untuk menjadi kaya di dunia ini.

Firman Tuhan di atas seakan-akan mengkofirmasi keyakinan mereka, “ Lebih mudah seekor unta melewati lubang jarum dari pada orang kaya masuk ke Kerajaan Allah.” Ayat itu sering dijadikan pegangan oleh banyak orang percaya yang hidupnya pas-pas-an, untuk membela dirinya bahwa mereka hidup “susah” karena mereka ingin masuk surga.

Mungkin anak mereka hanya lulusan SMP, mungkin makanan keluarga mereka hanya Nasi pake Telor sepanjang tahun, tapi mereka puas dengan semua itu, semua mereka lakukan karena mereka mau masuk Surga.

Terkadang pandangan itu  malah berlanjut, jika mereka melihat seorang yang kaya, mereka berpikir memang orang itu kaya, anaknya memang sekolah di luar negeri, memang mobilnya bagus, memang rumahnya besar, tapi itu hanya di dunia saja, kalau dia mati dia masuk neraka?

Apakah anda masih berpikir seperti itu?

Apakah anda masih merasa orang miskin masuk surga, orang kaya masuk neraka? Sesederhana itu, sekonyol itu, apakah anda masih merasa Tuhan menempatkan hamba-hambanya di bumi untuk jadi orang susah. Dan membiarkan orang-orang kaya menikmati hartanya di dunia dan menghukumnya di neraka pada saat mereka mati.

Pertama-tama kita bahas tentang ayat di atas,

“Lebih mudah seekor unta melewati lubang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah.”

Jika anda pergi ke Yerusalem anda akan menemukan beberapa tempat yang bernama “eye of needle” alias lubang jarum, Eye of needle adalah gerbang sempit yang dipakai untuk masuk ke tempat ibadah di Yerusalem.

Jika kita ukur dengan baik, untuk melewati “lubang jarum” seekor unta harus menanggalkan semua yang dibawanya, dan harus berlutut untuk bisa melewatinya. Jadi bukanlah sesuatu yang mustahil untuk unta melewati lubang jarum.

Artinya bukanlah suatu yang mustahil untuk seorang kaya masuk kedalam Kerajaan Allah,menjadi kaya bukanlah dosa, justru sebaliknya, Allah ingin anak-anak-Nya untuk memiliki hidup yang penuh dengan kelimpahan di dunia dan tetap masuk ke dalam kerajaan-Nya.

“It’s not what i have that makes me evil. It’s what i love that makes me evil”

Memang cinta akan uang adalah akar dari segala kejahatan, tetapi cinta dan memiliki tidak harus selalu berjalan bersamaan, kita bisa memiliki banyak uang tanpa harus mencintainya. Dan sebaliknya, orang yang hanya memiliki sedikit uang terkadang jauh lebih mencintai uangnya daripada orang kaya. Karena itu Tuhan tidak bisa mempercayakan uang yang lebih untuk orang tersebut.

 “ You will be made rich in every way so that you can be generous on every occasion…” #2 Cor 9:11

Tuhan selalu mencari orang yang “generous”, orang yang mau membagi-bagikan hartanya kepada orang yang membutuhkan, dan untuk pelayanan-Nya. Tuhan selalalu mencari orang seperti itu, supaya Dia bisa mempercayakan hartaNya kepada orang tersebut.

Orang yang bisa menjadi “unta yang melewati lubang jarum”, artinya orang yang mau menanggalkan semua bawaannya atau  harta miliknya untuk Tuhan, orang yang mencintai Tuhan lebih dari dia mencintai hartanya.

Orang yang mau berlutut di hadapan Tuhan, yaitu orang yang mau merendahkan dirinya di hadapan Tuhan, dan mau mengakui apa yang didapatnya adalah karena kasih karunia Tuhan dan bukan merukapan hasil dari kepandaiannya sendiri.

Tuhan mencari orang yang seperti itu, untuk mempercayakan hartaNya ke tangan orang tersebut, karena Tuhan tahu bahwa orang tersebut akan menggunakan hartanya untuk hal yang positif, dan harta tersebut tidak akan merusak karakter dan kehidupan orang itu, karena dia mencintai Tuhan lebih dari apa pun.

Mungkin anda adalah orang percaya yang memiliki hati yang “generous” ,tetapi jika anda menganggap menjadi kaya adalah sebuah dosa, anda tidak memiliki apa pun untuk anda bagi-bagikan. Orang yang susah hanya dapat menjadi teman berbagi kesusahan bagi orang susah lainnya, mereka tidak bisa merubah keadaan dan membantu sesamanya.

Jika  selama ini anda merasa bahwa anda bukan orang yang serakah, karena Anda hanya meminta dan berdoa supaya Tuhan memenuhi segala kebutuhan anda.

Doa seperti itu memang menunjukan bahwa anda bukanlah orang yang serakah, tetapi anda adalah orang yang egois. Anda orang  yang hanya mementingkan kebutuhan anda sendiri, dan tidak memiliki keinginan untuk memiliki uang lebih supaya anda bisa membantu kebutuhan hidup orang lain, dan membuat perbedaan dalam hidup orang lain.

 So, seberapa banyak uang yang seharusnya anda miliki ?

Jawabanya, sebanyak mungkin selama anda tidak mencintainya, menjadi miskin bukanlah cara untuk menghilangkan kecintaan anda pada uang, menjadi miskin bahkan akan memberi anda tekanan lebih untuk selalu memikirkan sisa uang anda dan menghabiskannya hanya untuk memenuhi kepentingan anda.

Jika anda masih berpikiran untuk hidup “pas-pas-an” seumur hidup anda, supaya anda masuk surga, pikirkan lagi… Banyak kebaikan yang anda bisa lakukan dengan uang yang anda miliki. Jadilah unta yang melewati lubang jarum.

Inspired by : MARK GROMAN from GOD’S PLAN for PROSPERITY

One response to “How Much Money Should You Have ?!

  1. Satu pencerahan yang menarik pak Argha, Jadilah kaya agar tidak egois!!!! Walaupun banyak orang yang belum kaya tapi banyak berbagi(tapi kaya juga akan kasih).
    GBU pak Argha. It’s nice share.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s